Maltodekstrin atau Maltodextrin adalah zat aditif makanan yang berfungsi sebagai pengental, pengawet, dan penambah volume makanan. Zat ini berbentuk bubuk putih halus yang terbuat dari bahan pati seperti jagung, beras, kentang, atau gandum. Proses pembuatannya melibatkan pemasakan tepung dengan air, kemudian penambahan asam atau enzim (seperti alfa-amilase) untuk memecah pati, sebelum akhirnya disaring dan dikeringkan menjadi bubuk. Maltodekstrin larut dalam air dan tidak terlalu manis karena kandungan gulanya di bawah 20%, sehingga sering digabungkan dengan pemanis buatan untuk meningkatkan rasa. Zat ini umum ditemukan dalam makanan olahan dan minuman olahraga, dimana ia berperan sebagai sumber energi cepat yang mudah dicerna tubuh.
Apakah maltodekstrin berisiko bagi kesehatan?

Maltodekstrin umum terdapat dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi, seperti sereal, puding instan, makanan beku, makanan yang dipanggang, bubuk protein, dan minuman olahraga.
Secara umum, zat ini mengandung gula atau karbohidrat, sehingga bisa menjadi sumber energi tubuh.
Satu sendok teh maltodekstrin mengandung 12 kalori dan 3,8 gram karbohidrat.
Selain kedua nutrisi tersebut, zat aditif ini hampir tidak mengandung vitamin dan mineral apa pun.
Untuk itu, konsumsi zat aditif ini terlalu sering tentu tidak baik untuk kesehatan.
Manfaat Maltodextrin dalam Industri Pangan
Ada beragam manfaat maltodextrin dalam proses pembuatan makanan dan minuman, di antaranya:

- Mengentalkan makanan
- Menambah volume makanan
- Meningkatkan konsistensi dan mempertahankan tekstur makanan
- Mengawetkan makanan dan minuman kemasan
Maltodextrin juga sering digunakan sebagai bahan campuran pemanis makanan dan minuman. Selain dalam industri pangan, maltodextrin juga dapat digunakan sebagai pengental produk perawatan tubuh, seperti losion dan sampo.

